Tiktok Dijadikan Alat Cuci Otak Oleh Rezim?
Setelah melihat beberapa screenshot konten-konten di Tiktok tentang pemerintahan & politik, terlihat ada pola "mencuci otak" untuk membuat pemahaman yang salah terkait negara, pemerintahan dan politik.
Pola-pola tersebut diantaranya:
- Menarasikan seakan-akan negara = pemerintah. Sehingga terbentuk pemikiran membela pemerintah = membela negara.
- Menjadikan tema politik seakan ekslusif. Sehingga membicarakan hal-hal politik jadi dianggap tabu, sok pintar, dsb.
- Membranding tokoh politik sedemikian rupa hingga terbentuk pola pikir penokohan. Dimana jika tokohnya (terlihat) polos, merakyat, sabar, baik maka pasti menjalankan pemerintahan dengan baik pula.
- Negara tidak sama artinya dengan pemerintah. Negara itu adalah entitas politik yang terdiri dari wilayah, penduduk, pemerintah & kedaulatan. Pemerintah itu bagian dari negara, bukan sebaliknya. Membela pemerintah tidak berarti membela negara.
- Tema politik itu hal umum yang boleh dibicarakan siapa saja & di mana saja. Lagi pula pada dasarnya semua manusia itu berpolitik setiap hari nya meskipun tanpa sadar.
- Jalannya pemerintahan itu dinilai dari kebijakan yang dibuat dan bagaimana menerapkan ide-ide kenegaraan yang selaras dengan konstitusi. Bukan dari bagaimana pejabat itu terlihat, lagi pula politikus adalah orang yang pandai berakting. Mereka bisa berubah dalam sekejap, makanya kita tidak boleh nge-fans pada politikus (nge-fans lah pada ide-ide nya saja).